Followers

Monday, May 10, 2010

Our Life, Our Destiny, and The Best for Us :) PART 10

Di rumah Sivia.


Pagi-pagi sekitar jam setengah 7 dia sudah bangun. Yah, seperti yang Mamahnya kemarin bilang, ia harus bantu-bantu membersihkan rumah. “itung-itung olahraga Vi”batin
Via menyemangati. Dia pun bangun dan langsung ke kamar mandi, tidak langsung
gosok gigi atau cuci muka tepatnya, hanya buang air kecil. Dia langsung ke
dapur mengambil sapu. Setelah beres menyapu semua ruangan, walau tidak terlalu
bersih, ia langsung segera megepel. Setelah usai dia terduduk sebentar dengan
nafas ngos-ngosan. “cape
yah baru gini juga. Bibi
cepet pulang!”rintih Via. Dia pun bergegas menuju kamar mandi, sikat gigi dan
cuci muka. Setelah itu ia ngadem dulu di kamar ibunya selanjutnya membuat
secangkir susu dan setangkap roti.

Siangnya tidak ada kegiatan special yang dilakukannya. Malahan dia harus les. Selain ikut bimbel di Primagama, dia juga les private Bahasa Inggris dan Matematika.
Si guru yang dateng ke rumah. Jadwalnya setiap hari Selasa , Kamis dan Sabtu
sekitar jam 5 sore sampai setengah 7. tapi karena hari ini libur, jadwal pun
dimajukan (eh maaf yah di part sebelumnya gak pernah di ceritain ada les
beginian) menjadi jam 2 siang. Sedangkan ia harus les Primagama setiap hari
senin rabu jum’at. Melelahkan! Akhirnya guru les private pun datang. Sivia sangat
bersemangat jika belajar Bahasa Inggris dan Matematika. Setelah beres les,
Sivia tertidur sampai sore.


Di rumah Shilla.


Sekitar jam setengah 8 dia mendapat SMS dari Riko.


From : Riko

Online dooooong!


Membaca SMS itu, Shilla langsung bergegas menuju ruang kerja ayahnya. Tak di sangka disitu ada ayahnya.

“Yah Ayah, Shilla kan mau main laptop.”ujar Shilla manja.

“Mau UN bukannya belajar malah OL terus.”

“Kan sekarang terakhir OL Yah, besok ngga deh. Yaaaaaaaaa?”rayu Shilla sambil mijitin Ayahnya.

“Pake computer aja gih yang di kamar Ayah.”suruh Ayahnya.

“Kan gak ada webcam nya.”

“Yailah. Yaudah nih.” Ayah Shilla pun mengalah akhirnya bangkit dari depan laptop.

“Makasih Ayah.”ujar Shilla sambil mengecup pipi ayahnya. Ayahnya pun langsung keluar.

Segera Shilla langsung online Y!M. riko langsung ngasih Chat ke Shila.

rikoganteng : akhirnya ol juga.

shillacantik : hehe nunggu lama?

rikoganteng : ngga kok. eh webcam!

shillacantik : bentar di setting dulu.

Setelah beres men-setting webcam. Mereka pun webcaman. Walau tak selarut kemarin-kemarin, hari ini cukup sampai jam 10. mereka pun ketika beres
webcam-an langsung tidur.

“Semoga Shilla suka sama gue”ujar Riko sebelum mengejapkan mata untuk tidur.

“Semoga Riko ngebales perasaan gue.”guman Shilla.


Keesokan harinya dan selama seminggu ke depan.



Sivia


Sivia harus menyapu dan mengepel setiap hari selama si Bibi pulang kampong. Setelah itu dia lebih banyak menyendiri di kamar. Bukan main laptop seperti dugaan
orang tuanya, tetapi belajar. Ia giat belajar IPA dan Bahasa. Tetapi ibunya
selalu berprasangka buruk jika Sivia diam di kamar terus.

“Di kamar mulu. Ada laptop sih jadi betah di kamar.”itulah sidiran Ibu Tirinya kepadanya.

Semenjak itu Via jadi belajar selalu di ruang kantor ayahnya. Selama seminggu dia belajar dan sibuk les, orang tuanya masih gak tau kalau UN di depan mata,
sampai akhirnya ketika hari Jum’at Ibu Via bertanya ketika melihat Via rajin
banget belajar.

“Kamu kok les private jadi 3 kali seminggu? Terus les primagama terus setiap hari? Main lagi? Terus kok libur?”Tanya Mamahnya, benar-benar gak tau apa-apa tentang Via.

“Kan mau UN. Minggu ini tuh minggu tenang mah.”jelas Via. “Kalau gak percaya tanya aja Primagama kalau jadi setiap hari les nya. Kalau les private sih kan biar aku tambah ngerti.”

“Emang UN kapan VI?”Tanya Mamahnya yang benar-benar gak tau.

“Senin.”

“Oh.”jawabnya sambil berlalu.

“Yailah.”batin Via.

Sivia pun terus berlatih, terutama pelajaran bahasa Indonesia. Karena mau UN, tempat bimbel Via mengadakan jam tambahan, jadi lesnya setiap hari, mulai jam 5 sampai
jam 7. sedangkan ia mengganti jadwal les private menjadi jam 2 sampai jam
setengah empat setiap hari Selasa, Kamis, Sabtu.

Hari ini hari Minggu, kata Kak Zahra lebih baik jangan belajar. Biar istirahat otaknya. Jadi Sivia memutuskan buat baca-baca novelnya yang belum ia baca. Sebenernya
sedikit gemeteran harus menghadapi UN, berulang kali ia bertanya sendiri “Hah?
Gue kelas 9? Besok UN? Gila!”


Shilla.


Shilla yang tidak ikut bimbel apa-apa, tetapi sama-sama sependeritaan dengan Sivia. Orangtuanya yang bekerja sebagai guru, menyuruh Shilla buat selalu belajar.
Selama seminggu ia terus belajar . kadang ia cape, tapi terus menyemangati
dirinya sendiri. HP nya disita, terlebih membuat Shilla bosan. Agar tidak
bosan, ia pun belajar. Tak lupa ia juga berdoa kepada Tuhan agar diberi
kemudahan.


Ify.


Sama juga dengan kedua sahabatnya, tetapi Ify tidak seberat mereka. Ify sudah lumayan pintar. Paling pintar di antara sahabat-sahabatnya, jadi dia tidak
terlalu ribet dalam mengahadapi UN. Apalagi Mamahnya yang selalu menyuruh Ify
istirahat kalau udah terasa capek. Dia juga tapi terus belajar karena sudah
janji ingin murni hasil UN nya.


Riko.


Riko yang anak cowok, tetap harus belajar demi UN. Mulai jam 3 sampai jam 8 Riko diam di kamar untuk belajar. Ia memperdalam materi yang ada. Ia ingin membuat orang
tuanya bangga padanya.

Iyel.


Godaan menjelang UN sangat terasa buat Iyel. Terlebih jika Cakka sudah mengajaknya buat main dan menyuruhnya gak usah belajar. Kadang Iyel tergiur, tapi ia
membulatkan tekadnya buat selalu belajar agar mendapat hasil maksimal. Alhasil,
Cakka jadi kesepian lantaran Iyel yang sibuk dengan buku-bukunya. Terpaksa
Cakka harus bermain dengan Ray dan Deva.


Rio.


Sama seperti kekasihnya, Rio lumayan anak yang pintar. Ia tidak teralu berat dalam menghadapi IN. tapi tetap saja ia belajar
sepanjang minggu walau masih santai-santai.



Hari Senin, UN.


Semua siswa merasakan ketegangan yang sangat luar biasa hari itu. Selama 3 tahun mereka duduk di bangku SMP, kelulusan mereka hanya di tentukan dengan 3 hari
dan hanya 8 jam! Bayangkan ! (emosi ;P). Semua murid terlihat sedikit pucat
pasi akan mengghadapi UN. Rio dan Ify datang
ke sekolah berbarengan. Shilla dan Riko tidak berangkat bersama sama seperti
Iyel – Via. Sekitar jam 6 lewat 15 menit mereka sudah berkumpul di sekolah dan
segera ke kantin. Via terlihat paling santai, walaupun Ify dan Rio pun santai.

“Kok lo santai banget Vi?”Tanya Shilla yang sebenernya dari tadi gemeteran sambil ngeliat Via dengan bingung.

“Kalo tegang biasanya langsung buyar”jelas Via “Santai aja Shil.”

“Tapi jujur gue tegang.”ujar Iyel dengan wajah pucat.

“Emang lo doang? Gue juga kali.”Riko menyusul.

“Santai aja kali.”ujar Rio sok.

Kantin sangat penuh dengan anak-anak yang sibuk menyalin contekan. Ada yang dapet dari sekolah, dari temen, dari sekolah lain. Tapi gak tau mana yang benar. Hanya mereka ber-enam dan siswa
yang benar-benar pintar lainnya yang gak nyalin. Walau sebenarnya dari tadi
Riko, Shilla, Ify pengen banget nulis, tapi kan udah janji. Yah sekitar 90% murid nulis
contekan itu.

“Eh nulis yu buat jaga-jaga.”rayu Riko sambil ngeliatin murid lain sibuk menulis.

“Jangan. Optimis hasil sendiri.”tegas Via.

“Iya deh. Tapi tangan gue gak berhenti keringetan.”ujarnya sambil melihatkan telapak tangannya.

“Santai aja Ko. Gak akan mati kok.”ujar Via sambil tersenyum.

Mereka semua pun lalu sibuk masing-masing. Rio dan Ify asik mengobrol, Shilla, Riko, Iyel masih buka-buka buku buat belajar,
sedangkan Via malah asik main HP. Tak terasa bell pun berbunyi. Mereka bangkit
dari duduknya.

“SEMANGAT!”ujar mereka ber-enam dengan senyum merekah.

Ify seruangan dengan Shilla, mereka berdua paket A. tetapi tempat duduk mereka lumayan jauh. Sedangkan Riko seruangan dengan Sivia, Sivia paket B dan Riko
paket A. Iyel pun berbeda ruangan dengan Rio. Rio dan Iyel mendapatkan paket B. sebelum ujian di mulai,
tak ada yang di periksa. Mereka semua mengira akan ada pemeriksaan terlebih
dahulu. Lalu mereka berdo’a. soal dan LJK pun di bagikan.

Tampak anak-anak mulai serius mengerjakannya. Mereka mengerjakan soal dengan penuh ketelitian. Ada
yang tetap berwajah pucat ada juga yang senang mungkin karena yang mereka
pelajari keluar semua. Setelah 1 jam dihabiskan, murid-murid sibuk membuka
contekan mereka. Tetapi Sivia, Shilla, Riko, Rio,
Ify, dan Iyel tetap berusaha mengerjakan sendiri. Akhirnya bell pun berbunyi
tanda ujian selesai. Mereka berhamburan keluar kelas dengan muka lega. Shilla
dan Ify menghampiri Sivia dan Riko ke ruangannya.

“Gimana ujiannya?”Tanya Ify melihat mimic muka Via dan Riko yang bertolak belakang.

“Alhamdulillah, lo tau sendiri kali gue bego banget pelajaran bahasa indo, tapi tadi lancaaaaaaaarrrrr banget.”ucap Via puji syukur dengan wajah
tersenyum.

“Kalo gue sih gak tau deh. Gue ngantuk baca soalnya yang kayak Koran gitu.” Keluh Riko yang masih berwajah pasrah.

“Gue juga Ko, susah banget, rumit, ngejebak.”ucap Ify sependapat.

“Kantin yu ah. Males ngebahas ginian.”ujar Shilla yang diikuti temannya dari belakang menuju kantin. Tepat saja di kantin sudah ada Iyel dan Rio.
Wajah mereka bedua sangat lega.

“Gimana hari pertama?”sambut Rio sambil ngeliatin Ify.

“Nanya aku aja atau semuanya?”Tanya Ify bingung sambil mengedarkan pandang ke teman-temannya.

“Kamu dan semuanya.”

“Lumayanlah, rumit. Bikin ngantuk.”jelas Ify sambil menidurkan kepalanya di meja kantin.”kamu gimana? Lo juga Yel?”

“Sukses berat.”ujar Iyel dan Rio berbarengan.

“Nyontek yah?”Tanya Shilla dengan penuh menyelidik.

“Enak aja Shil , murni 100%.”sanggah Rio.

“Oh iya.”

“Tapi tadi gak segemeteran yang gue bayangin selama ini tentang UN.”cerita Via.

“Betul baget!”ujar Rio stuju.

“Lo gimana Ko? Ko gak semangat gitu?”tany Rio heran ngeliat Riko dari tadi diem mulu.

“Pasrah deh gue.”ucapnya singkat.

“Tadi dia ketiduran gitu, mana konsen.”jelas Via.

“Ketiduran?”Tanya Iyel heran.

“Iya, panjang banget soalnya. Gak kuat gue bacanya.”jela Riko “untung cuman bentar, 10menitan lah.”

“Ya Tuhan”

“Eh balik dong, balik telat bisa di golok gue.”ujar Ify yang baru menegakkan wajahnya.

“Mau bareng gak? Kamu ngantuk yah?”tawar Rio perhatian.

“Ayo deh. Iya ngantuk banget.”ucap Ify.

“Yaudah yuk ke depan sekolah.”ajak Via. Semuanya pun berdiri dan berjalan menuju gerbang sekolah.

“Kita duluan yah.”pamit Rio yang disusul Ify yang langsung ngambil motor dan menggas motornya.

“Balik yuk Vi.”ajak Shilla.

“Shilla sama gue aja yu?”ajak Riko. “Via biar sama Iyel.”

“Yah ngga ah nanti ngerepotin.”tolak Shilla halus.

“Udah gak apa-apa.”ujar Iyel yang sudah siap dengan motornya. “Naik Vi.”

“Heh?”ucap Via bingung.

“Lo mau balik sendirian? Udah gue anter.”kata Iyel pada Via.

“Gue duluan yah sama Riko.”pamit Shilla yang langsung berangkat. Via pun naik ke motor Iyel. Dan mereka langsung ke rumah Via.

“Thanks.”ucap Via sambil berlalu.

“Gak ditawarin mampir?”goda Iyel.

“Kalo gue tawarin pun paling jawabnya ‘ngga deh’. Iya kan?”

“Iya sih. Yaudah gue balik ya.” Iyel pun langsung menggas motornya.


UN pun akhirnya selesai. Via an kawan-kawan berhasil mengejakan UN dengan murni 100%. Pendaftaran buat tes SMA RSBI dan SBI pun sudah dibuka. Via meminta ibu
tirnya untuk mendaftarkannya ke SMAN3, kebetulan disitu ada Kak Zahra.

“Tetep mau tes disitu lo? Aduh jangan deh dari pada malu-maluin gak keterima.”ucapnya merendahkan yang membuat Via meringis.

“Gue bisa kok. Harusnya lo sebagai kakak yang baik tuh doain gue.”ujar Via meyakinkan.

“Percuma gue ngedoain lo. Hasilnya bakalan nihil.”hinanya lagi. Ibu tiri Via masih ada disitu.

“Awas aja nilai kamu jelek. Paling nilainya rata-rata semua.”susul Ayah Via yang baru dateng dan ngumpul.

“Ya berusaha apa salahnya sih. Coba aja siapa tau hoki.”gerutu Via setengah mati kesal.

“Hoki sih hoki. Nanti keterima eh malah jadi murid paling bego.”ceplos Ka Zahra.

“Emang kamu mau ujian belajar?”Tanya Ayah Via.

“Ya iyalah. Tanya aja Mamah. Tiap hari Via dikamar atau di ruang kerja Papah ngapain kalau bukan belajar?”jelas Via yang sudah benar benar kesal “MEREKA TUH
BENER-BENER GAK TAHU APA-APA TENTANG GUE!!!!!!!!!!!!!!!!”batin Via berteriak.

“Oh kamu belajar? Mamah kira internetan.”susul Mamahnya.

“Pokoknya mamah daftarin Via yah ke SMA3, semua Via yang ngurus, Mamah sama Papah tinggal bayar dan kesana.”ujar Via menyudahi pembicaraan dan langsung ke kamarnya.

“Semoga lo HOKI!”teriak Kak Zahra.


Di kamar Via pun mainin laptop samil dengerin lagi kenceng-kenceng.


***


Iyel yang sedang sibuk melihat nilai-nilai rapotnya sambil merata-ratakannya langsung bersemengat ketika hampir semua persyaratan masuk SMAKBO sudah
terpenuhi.

“Akhirnya.”ucapnya ketika beres merata-ratakan nilai.

“Lo mau masuk mana?”Tanya Cakka yang baru masuk kamar Iyel. Dia baru melihat sepupnya sibuk mempersiapkan diri tes SMA.

“SMAKBO nih, doain deh semoga keterima.”ujar Iyel sambil menghampiri Cakka yang sedang duduk di kasurnya.

“Tahan lo 4 taun gitu sekolahnya?”Tanya Cakka heran. Gila aja SMA 4 tahun -____-, 3 tahun aja udah buyer.

“Tahan aja. Lo juga mau masuk mana? Lo SMA disini kan?”

“Smanli aja deh kayaknya. Via mau masuk mana?”Tanya Cakka sambil mengubah posisi dari duduk menjadi tiduran.

“Smanti sih dia. Tapi kasian deh gak di dukung sama keluarganya.”cerita Iyel sambil duduk dengan keadaan kaki di punggung Cakka.

“Dari dulu Smanti emang impian dia. Gue yakin dia masuk.”

“Yah semoga, jadi dia bisa nunjukin ke keluarganya.”

No comments:

Post a Comment